Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, hingga Sabtu, 5 September 2026. Berdasarkan laporan aktivitas vulkanik yang merujuk pada data MAGMA Indonesia dan PVMBG, sedikitnya 10 kali erupsi tercatat sejak Jumat, 4 September hingga Sabtu dini hari. Erupsi terbaru terjadi pada pukul 00.01 WIB, meski tinggi kolom erupsi tidak teramati secara visual.
Rangkaian letusan tersebut sebelumnya dimulai pada Jumat pagi. Erupsi tercatat pada pukul 04.11 WIB, 04.19 WIB, dan 04.28 WIB dengan amplitudo maksimum hingga 70 milimeter. Kemudian pada pukul 05.46 WIB, erupsi terlihat secara visual dengan kolom abu berwarna hitam dan tebal yang mencapai sekitar 300 meter di atas puncak, atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut, bergerak ke arah barat hingga barat laut.
Aktivitas vulkanik Anak Krakatau juga ditandai dengan kegempaan yang masih tinggi. Sejumlah aktivitas, termasuk gempa hembusan, gempa harmonik, gempa low frequency, gempa hybrid, hingga tremor menerus, tercatat selama periode pengamatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa proses vulkanik di dalam tubuh gunung masih berlangsung dan tidak seluruh erupsi dapat diamati secara langsung dari permukaan.
Saat ini Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Badan Geologi mengimbau masyarakat, nelayan, wisatawan, dan pengunjung untuk tidak mendekati kawasan kawah aktif dalam radius 3 kilometer. PVMBG juga menegaskan bahwa erupsi Anak Krakatau tidak secara otomatis berarti akan terjadi tsunami, sehingga masyarakat diminta tetap tenang, tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti perkembangan dari sumber resmi.
Kembali aktifnya Anak Krakatau menjadi pengingat bahwa gunung api di Selat Sunda tersebut masih terus mengalami perubahan dan harus dipantau secara ketat. Sejarah erupsi Anak Krakatau, terutama peristiwa 2018 yang disertai longsoran tubuh gunung dan tsunami, membuat setiap peningkatan aktivitasnya perlu mendapat perhatian serius. Untuk saat ini, masyarakat di sekitar Selat Sunda diharapkan tetap waspada tanpa panik dan mengikuti arahan PVMBG maupun pemerintah daerah.
Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/anak-krakatau-kembali-erupsi-hari-ini