
Hubungan politik Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi sorotan. Momen ketiganya tampil bersama dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus lalu memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah hubungan politik mereka menuju Pemilu 2029. Namun, sejumlah pengamat mengingatkan bahwa kedekatan yang terlihat di depan publik belum cukup untuk memastikan peta politik tiga tahun mendatang. (suara.com)
Salah satu pertanyaan yang mulai muncul adalah apakah Gibran akan kembali menjadi pasangan Prabowo pada Pilpres 2029. Pengamat politik Selamat Ginting menilai Prabowo mulai melakukan kalkulasi politik untuk menghadapi kontestasi berikutnya. Artinya, meski hubungan Prabowo dan Gibran saat ini berjalan sebagai presiden dan wakil presiden, belum ada kepastian bahwa konfigurasi tersebut akan kembali digunakan pada pemilu berikutnya. (Cakaplah)
Di sisi lain, Jokowi juga masih memiliki pengaruh politik. Perhatiannya terhadap perkembangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi salah satu bagian dari dinamika tersebut. Jokowi sebelumnya menyebut PSI memiliki target besar pada Pemilu 2029, sementara pengamat menilai keberadaan PSI di parlemen dapat berpengaruh terhadap kekuatan politik Jokowi setelah 2024. (suara.com)
Meski begitu, terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Prabowo, Jokowi, atau Gibran sudah menentukan pasangan maupun koalisi untuk 2029. Peta politik masih sangat mungkin berubah karena kepentingan partai, tingkat elektabilitas, dukungan publik, dan perkembangan pemerintahan dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, pernyataan pengamat mengenai kemungkinan Gibran tidak lagi menjadi pilihan Prabowo sebaiknya dipahami sebagai analisis politik, bukan keputusan resmi. (Cakaplah)
Untuk saat ini, ketiganya masih berada dalam satu lingkaran kekuasaan pemerintahan, tetapi Pilpres 2029 masih menyimpan banyak kemungkinan. Apakah Prabowo kembali maju, apakah Gibran kembali mendampinginya, atau justru muncul konfigurasi baru, semuanya masih akan sangat bergantung pada perkembangan politik nasional. Satu hal yang pasti, hubungan Prabowo, Jokowi, dan Gibran kemungkinan akan terus menjadi salah satu cerita menarik dalam perjalanan menuju 2029.