
Indonesia kembali menunjukkan kemajuan di bidang teknologi melalui inovasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikembangkan oleh Agus Mulyanto, dosen Institut Teknologi PLN (ITPLN). Teknologi ini mampu mendeteksi kerusakan jalan secara otomatis hanya dalam hitungan detik dengan memanfaatkan teknologi computer vision dan deep learning. Inovasi tersebut merupakan bagian dari disertasi doktoralnya di Universitas Indonesia dan menjadi salah satu contoh penerapan AI untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional.
Pengembangan sistem ini bertujuan untuk membantu proses inspeksi jalan yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual. Dengan memanfaatkan kamera digital dan algoritma AI, sistem dapat mengenali berbagai jenis kerusakan, seperti retakan, lubang, maupun deformasi permukaan jalan secara lebih cepat dan akurat.
Teknologi yang dikembangkan bekerja dengan menganalisis citra jalan yang diambil melalui kamera pada kendaraan atau perangkat bergerak. Selanjutnya, algoritma AI memproses gambar tersebut untuk mengidentifikasi lokasi, tingkat kerusakan, dan jenis kerusakan secara otomatis. Hasil analisis dapat diperoleh dalam waktu singkat sehingga petugas tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan visual secara menyeluruh di setiap ruas jalan. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi inspeksi sekaligus menghasilkan data yang lebih konsisten dibandingkan metode konvensional.
Indonesia memiliki jutaan kilometer jaringan jalan yang membutuhkan pemantauan secara berkala. Kehadiran teknologi AI seperti ini dapat membantu pemerintah pusat maupun daerah dalam menentukan prioritas perbaikan berdasarkan tingkat kerusakan yang terdeteksi. Selain menghemat waktu, sistem berbasis AI juga berpotensi menekan biaya operasional karena inspeksi dapat dilakukan lebih cepat dengan sumber daya yang lebih efisien. Data hasil analisis juga dapat diintegrasikan dengan sistem informasi geografis (GIS) dan platform manajemen aset jalan sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih tepat sasaran.
Keberhasilan pengembangan AI untuk deteksi kerusakan jalan menunjukkan bahwa peneliti Indonesia mampu menghasilkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Inovasi ini menjadi contoh bagaimana kecerdasan buatan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan industri digital, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
Dengan semakin berkembangnya riset AI di Indonesia, peluang pemanfaatannya diperkirakan akan semakin luas, mulai dari pemantauan jembatan, pengelolaan transportasi, hingga pengembangan kota cerdas (smart city). Inovasi karya anak bangsa seperti ini diharapkan dapat memperkuat daya saing Indonesia di bidang teknologi sekaligus mendorong lahirnya solusi digital yang berdampak langsung bagi masyarakat.