
Gerhana Matahari Total akan kembali menghiasi langit pada 12 Agustus 2026 dan menjadi salah satu fenomena astronomi paling dinantikan tahun ini. Peristiwa ini terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi sehingga cahaya Matahari tertutup sepenuhnya di jalur tertentu. Fenomena langka tersebut diperkirakan hanya dapat disaksikan secara penuh di beberapa wilayah seperti Greenland, Islandia, Spanyol bagian utara, dan Portugal timur laut.
Selain jalur totalitas, masyarakat di sejumlah negara di Eropa, Afrika, dan Amerika Utara juga berkesempatan melihat gerhana Matahari sebagian. Pada fase ini, hanya sebagian piringan Matahari yang tertutup Bulan. Menurut jadwal yang dirilis NASA, kota-kota seperti León, Zaragoza, Valencia, dan Reykjavík menjadi lokasi utama untuk menyaksikan gerhana total, sementara London, Paris, Berlin, Madrid, hingga New York akan menikmati fase gerhana sebagian.
Jalur gerhana diperkirakan membentang sepanjang sekitar 8.300 kilometer, dimulai dari kawasan Arktik sebelum melintasi Greenland, Islandia, Portugal, hingga Spanyol. Durasi totalitas berbeda di setiap lokasi, dengan Greenland diperkirakan menikmati gerhana total selama lebih dari dua menit, sedangkan beberapa wilayah di Spanyol hanya berlangsung sekitar 20 detik menjelang Matahari terbenam.
Fenomena ini menjadi momen istimewa bagi para astronom maupun masyarakat umum karena merupakan salah satu peristiwa langit yang jarang terjadi. Pengamat disarankan menggunakan kacamata khusus gerhana Matahari atau alat pelindung yang memenuhi standar keamanan saat menyaksikan fenomena tersebut. Bagi wilayah yang tidak berada di jalur pengamatan, masyarakat tetap dapat mengikuti siaran langsung dari berbagai observatorium dan lembaga antariksa internasional.