Postingan

SEJARAH SANGGAR AKAR RANDU ALAS

Nama sanggar itu diangkat dari suatu simbol suatu pohon randu alas itu adalah suatu pohon yang kuat yang mungkin bisa berusia sampai ratusan atau ribuan tahun lalu ditambah akar itu karena akar tersebut adalah akar yang sangat kuat yang dimana akar itu bisa menghidupi pohon,daun, bunga dan bahkan sampai buah nya kemudian filosofi dari aka randu alas adalah bahwa kesenian di sanggar ini jangan sampai punah sampai akhir jaman dan bapak adi kardilahsedah mendirikan sejak 05 Desember 2010 dan di sanggar akar randu alas juga tidak hanya kesenian debus sajah akan tetapi ada juga kesenian lain seperti: seni sintren, tari topeng, tari non topeng, karawita  atau gamelan, musik kolaborasi 2 dimensi ada alat tradisional dan modern kemudian ada bedusdan ada juga seni drama. Dalam sistem pelatihannya bapak adi yang sendiri yang melatih semua kesenian di sanggar akar randu alas itu sendiri namun jika bapak adi itu sedang tidak enak badan (sakit) dia suka dibantu oleh anak didik sanggar itu sendiri karena sudah ada sebagian yang bisa membantu untuk melatih anak anakm itu sendiri. Untuk anggota di sanggar ini kurang lebih ada 80 anak yang bergabung untuk menyalurkan bakatnya, dan juga sudah banyak mencetak lulusan-lulusan yang telah belajar seni dari sanggar tersebut. Mereka telah menampilkan kesenian tersebut diberbagai tempat, salah satunya di daerah pekalongan, kemudian di J-Expo jakarta dalam acara rapat kerja Nasional Presiden RI yaitu Joko Widodo pada tahun 2015, di taman budaya bandungjawa barat, di purwakarta, dan yang paling sering yaitu di cirebon. Mengikuti lomba diberbagai tempat di daerah kota/kabupaten cirebon.
anggota nya memiliki jadwal latihan pada hari selasa, sabtu dan minggu.  Sedangkan untuk anggota les dijadwal kan latihan tiap hari full dari hari sabtu sampai minggu Dan waktu untuk Anak Les itu pada saat Anak Anak  sesudah pulang sekolah Bisa langsung melakukan Les di sanggar akar Randu alas.
Seperti disebut dalam kesejarahan debus awalnya kesenian debus  dicirebon lebih dikonsentrasikan di lingkungan tertentu. Tetapi Seiring perkembangannya, lama-kelamaan kesenian ini kembali, melepaskan diri dan dianggap sebagai kesenjan yang berasal dari rakyat.Sementara itu, karena pada masa Islam debua ini lebih diupayakan untuk penyambutan orang luar negri yang merasa keingin tauan tentang kesenian debus itu dan upacara adat, maka dikemaslah pertunjukan ini menjadi bermuatan filosofis.
Penyajian kesenian debus Cirebon pada awalnya, Kesenian debus Cirebon dipentaskan di lingkungan terbuka yang biasanya berbentuk pandangan lurus kepada seluruh penonton yang awal nya masih ditampilkan di daerah dekat dengan rumah warga yang ramai atau di lapangan yang besar, di blandongan (tenda), atau di bale (panggung) dengan menggunakan peralatan yang dibawa oleh para pemain untuk melakukan aksinya.Selanjutnya di zaman modern dan teknologi seperti sekarang ini, debus juga dipentaskan di dalam gedung dengan dan dengan peralatan yang dibawa pun lebih lengkap karena semakin banyak juga penonton yang akan menyaksikan atraksi debus.
 Mengenai struktur pagelaran kesenian debus akan selalu bergantung pada kemampuan rombongan, fasilitas, jenis penyajian serta lakon yang akan dibawakan.
Dalam sejarahnya, jauh sebelum keberadaan keseniandebus di Cirebon, banyak juga atraksi yang telah tumbuh dan berkembang di Jawa Timur sejak pada masa itu banyak sekali atraksi yang suka di pertontonkan kesemuanya akan tetapi sekarang sudah jarang karena sudah mulai kalah oleh zaman yang sudah modern ini, bahkan sekarang tidak banyak anak yang mengenal kesenian sejarah Indonesia nya sendiri,malah mereka sangat mengenal yang namanya budaya luar. 

Posting Komentar

Send Whatsapp Query