anggota nya memiliki jadwal latihan pada hari selasa, sabtu dan minggu. Sedangkan untuk anggota les dijadwal kan latihan tiap hari full dari hari sabtu sampai minggu Dan waktu untuk Anak Les itu pada saat Anak Anak sesudah pulang sekolah Bisa langsung melakukan Les di sanggar akar Randu alas.
Seperti disebut dalam kesejarahan debus awalnya kesenian debus dicirebon lebih dikonsentrasikan di lingkungan tertentu. Tetapi Seiring perkembangannya, lama-kelamaan kesenian ini kembali, melepaskan diri dan dianggap sebagai kesenjan yang berasal dari rakyat.Sementara itu, karena pada masa Islam debua ini lebih diupayakan untuk penyambutan orang luar negri yang merasa keingin tauan tentang kesenian debus itu dan upacara adat, maka dikemaslah pertunjukan ini menjadi bermuatan filosofis.
Penyajian kesenian debus Cirebon pada awalnya, Kesenian debus Cirebon dipentaskan di lingkungan terbuka yang biasanya berbentuk pandangan lurus kepada seluruh penonton yang awal nya masih ditampilkan di daerah dekat dengan rumah warga yang ramai atau di lapangan yang besar, di blandongan (tenda), atau di bale (panggung) dengan menggunakan peralatan yang dibawa oleh para pemain untuk melakukan aksinya.Selanjutnya di zaman modern dan teknologi seperti sekarang ini, debus juga dipentaskan di dalam gedung dengan dan dengan peralatan yang dibawa pun lebih lengkap karena semakin banyak juga penonton yang akan menyaksikan atraksi debus.
Mengenai struktur pagelaran kesenian debus akan selalu bergantung pada kemampuan rombongan, fasilitas, jenis penyajian serta lakon yang akan dibawakan.
Dalam sejarahnya, jauh sebelum keberadaan keseniandebus di Cirebon, banyak juga atraksi yang telah tumbuh dan berkembang di Jawa Timur sejak pada masa itu banyak sekali atraksi yang suka di pertontonkan kesemuanya akan tetapi sekarang sudah jarang karena sudah mulai kalah oleh zaman yang sudah modern ini, bahkan sekarang tidak banyak anak yang mengenal kesenian sejarah Indonesia nya sendiri,malah mereka sangat mengenal yang namanya budaya luar.