Semua negara pasti akan menghadapi perubahan termasuk bangsa indonesia,perkembangan budaya dalam suatu bangsa biasanya tidak pada satu aspek saja tetapi bisa saja menyeluruh .
Pada dasarnya kebudayaan Indonesia dapat kita klasifikasikan dalam dua kelompok besar, yaitu Kebudayaan Indonesia Klasik dan Kebudayaan Indonesia Modern. Sebagai layaknya seorang pengkaji yang obyektif, mereka mengkaji dengan tanpa melihat dimensi-dimensi yang ada dalam kerajaan tersebut. Mereka mempelajari semua dimensi tanpa ada yang dikesampingkan. Adapun dimensi yang sering ada adalah seperti agama, tarian, nyanyian, wayang kulit, lukisan, patung, seni ukir, dan hasil cipta lainnya
Kebudayaan Indonesia adalah serangkaian gagasan dan pengetahuan yang telah diterima oleh masyarakat-masyarakat Indonesia (yang multietnis) itu sebagai pedoman bertingkahlaku dan menghasilkan produks-produk kebudayaan itu sendiri. Hanya persoalannya, ide-ide dan pengetahuan masyarakat-masyarakat Indonesia juga mengalami perubahan-perubahan, baik karena factor internal maupun eksternal.
Salah satu keseniannya adalah debus, debus juga terdapat tradisi tradisi Sakral atau yang bisa dibilang yang tidak Boleh Ditampilkan Sembarangan tempat Biasanya, kesenian debus yang diperlihatkan di depan umum, seperti menusuk perut dengan benda tajam tanpa luka, bagian anggota tubuh dengan pisau atau golok, menusukkan jarum kawat ke lidah tanpa mengeluarkan darah, membakar tubuh dengan api, berguling di atas pecahan kaca, dan lain sebagainya. Pertunjukan debus biasanya dilakukan berkelompok dengan jumlah pemain mulai dari 12 orang hingga 15 orang. Dalam kelompok tersebut, setiap orang mempunyai tugas masing-masing, mulai dari yang memainkan alat musik daerah seperti kendang hingga mereka yang siap melakukan atraksi.
Dengan tingkat bahaya yang tinggi, debus tidak boleh dimainkan sembarang orang. Pemain debus harus berlatih terlebih dahulu, dan mempersiapkan banyak hal sebelum melakukan atraksi seni tersebut. Selain itu, sebelum tampil para pemain juga harus pantang terlebih dahulu, seperti dilarang minum minuman keras, dilarang berjudi, dilarang mencuri, dan lain sebagainya.
Kini, kesenian debus Banten semakin dikenal hingga seluruh daerah di Nusantara. Bahkan jika Sobat Pesona bukan warga Banten, mendengar debus pasti langsung teringat dengan provinsi di paling barat Pulau Jawa ini. Sobat Pesona bisa menemukan kesenian debus di setiap acara yang diselenggarakan oleh masyarakat Banten, seperti di acara-acara besar pemerintahan, dipertunjukkan di hadapan wisatawan, hingga di acara pesta pernikahan.
Berikut dampak kebudayaan Indonesia bagi masyarakat:
Pengaruh Positif dapat berupa :
1. .Peningkatan dalam bidang sistem teknologi, Ilmu Pengetahuan, dan ekonomi.
2. Terjadinya pergeseran struktur kekuasaan dari otokrasi menjadi oligarki.
3. Mempercepat terwujudnya pemerintahan yang demokratis dan masyarakat madani dalam skala global.
4. Tidak mengurangi ruang gerak pemerintah dalam kebijakan ekonomi guna mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
5. Tidak berseberangan dengan desentralisasi.
6. Bukan penyebab krisis ekonomi.
B.Pengaruh Negatif berupa :
1. Menimbulkan perubahan dalam gaya hidup, yang mengarah kepada masyarakat yang konsumtif komersial.
2. Terjadinya kesenjangan budaya
3. Sebagai sarana kompetisi yang menghancurkan.
4. Sebagai pembunuh pekerjaan.
5. Sebagai imperialisme budaya.
6. Globalisasi merupakan kompor bagi munculnya gerakan-gerakan neo-nasionalis dan fundamentalis.
7. Malu menggunakan budaya asli Indonesia karena telah maraknya budaya asing yang berada di wilayah Indonesia.
8. Merasa dirinya jadul bila tidak menggunakan barang barang asing.
Postingan