Postingan

KEUNIKAN KESENIAN DEBUS

Tidak sempurna kiranya jika seseorang ingin menyusuri Banten dengan segala keunikan dan keragaman budayanya tanpa menyaksikan pertunjukan seni Debus. Karena kesenian yang satu ini sudah seperti Ikon kesenian Banten. Pasalnya hampir bisa dipastikan setiap kali diadakan apresiasi budaya, pertunjukan Debus ada didalamnya. Untuk saat ini pertunjukan kesenian Debus dengan mudah bisa ditemui diseluruh wilayah propinsi Banten dari mulai Tangerang, Serang, Pandeglang dan Lebak. Bahkan bisa disaksikan atraksinya di hotel hotel atau di tempat tempat yang menyajikan atraksi kesenian dan budaya Banten
Bagi orang awam, pertunjukan debus memang terlihat mengerikan. Sebab, atraksi debus akan menampilkan kekebalan dari tubuh manusia terhadap berbagai macam benda tajam, benda keras, bara api, dan barang- barang lain yang tidak lazim.
Meski begitu, debus menjadi tradisi khas Provinsi Banten yang paling menawan dan unik di Indonesia. Pada pertunjukan debus, akan terdapat atraksi di mana pemain debus akan menusukkan tubuh mereka dengan besi runcing sepanjang 50 hingga 60 cm seperti sedang dipaku. Setelah itu mereka akan menunjukkan bahwa tubuhnya tidak terluka sedikitpun.
Bagi yang baru pertama kali menyaksikan pertunjukan seni Debus akan diliputi rasa takut yang amat sangat, Bagaimana tidak, karena para pemainnya akan mempertontonkan hal hal yang bersifat ekstrim dan diluar kebiasaan. Seperti memotong lidah dengan golok tajam, makan bara api, menggoreng telor di kepala, menaiki tangga bambu yang anak tangganya terdiri dari deretan golok tajam, menusuk perut dengan besi tajam atau menyiramkan air keras ke tubuh dan semuanya tanpa meninggalkan luka sedikitpun.
Meski terlihat mengerikan, ternyata atraksi debus juga memiliki sisi religius. Tradisi ini berkaitan dengan upacara yang memiliki kaitan erat dengan nilai keagamaan. Pada dasarnya masyarakat Banten sering mengkaitkan jika upacara atau atraksi debus memiliki unsur keagamaan yang telah berpadu dengan unsur kesenian. Selain itu, ada beberapa unsur keagamaan yang memang harus dipenuhi saat ingin menunjukkan atraksi.Selain menyiapkan fisik para pemain, debus juga memerlukan alat musik untuk mengiringi pertunjukan. Biasanya iringan musik tersebut sudah dipandu dengan pemimpin debus yang disebut, Syech. Namun, dibalik pertunjukan debus juga ada beberapa orang yang ditugaskan untuk berdzikir, agar permainan debus bisa berjalan dengan lancar. Atraksi debus biasanya disajikan masyarakat Banten ketika ada upacara penyambutan, acara sunatan, dan beragam acara besar lainnya.Tidak hanya laki-laki, Perempuan di Banten mengikuti debus juga.Mentelaah dari segi sejarahnya, debus ini berasal dari nyanyian (puisi berbentuk doa) yang dibacakan oleh seorang Mursyid (guru tasawuf). Mursyid ini membacakan doa dan zikir dengn suara merdu dan lemah lembut dalam waktu yang relative agak lama, sampai dirinya dan muridnya tak sadarkan diri (fana Billah) Fana Billah inilah yang menjadi tujuan untuk mencapai kepuasan batin dan kelezatan jiwa.
Ternyata Debus bukan hanya milik Banten aja sih, seperti yang kita yakini selama ini. Daerah lain pun seperti Aceh, Minangkabau, Tedore dan beberapa daerah indoneisa bagian timur yang mengalami proses dakwah islamiyah juga memiliki kesenian tersebut, karena memang Debus dijadikan sebagai media dakwah oleh para mubaligh.
Seberapa sering kamu menemukan orang yang berani mengiris tangannya sendiri dengan senjata tajam? atau seberapa sering kamu menemukan orang yang berani menguyah beling atau pecahan kaca? semua hal ini bisa ditemukan di Debus Banten.
Debus Banten adalah salah satu kesenian beladiri asli Indonesia yang berasal dari Banten. Salah satu ciri khas dari seni beladiri ini yaitu bisa menunjukan kemampunan manusia yang luar biasa seperti kebal senjata tajam, kebal air keras, dan sebagainya.
Tapi tahukah kamu, dibalik aktraksi yang bisa membuatmu terkagum-kagum tersebut, ternyata Debus Banten memiliki beberapa fakta unik yang menarik diketahui. Apa saja faktanya? berikut ulasannya
1. Tidak Boleh Dimainkan Oleh Sembarang Orang, Pemainnya Harus Mempersiapkan Banyak Hal Terlebih Dahulu
Seperti yang kita ketahui, Debus Banten ini adalah salah satu kesenian yang memiliki tingkat bahaya yang tinggi, sebab kesenian ini bermain-main dengan maut seperti mengiris bagian badan tertentu dengan senjata tajam sampai menguyah pecahan kaca.
Buat kamu yang pernah menyaksikan langsung aktraksi Debus ini pasti paham dengan tingkat bahayanya. Makanya siapa saja yang menyaksikannya pasti terpukau dengan aktraksi-aktraksi tersebut.Karena tingkat bahaya yang tinggi, maka kesenian ini tidak dianjurkan dimainkan oleh orang yang bukan terlatih sebagai pemain kesenian ini. Bahkan para pemain yang sudah terlatih pun harus mempersiap banyak hal sebelum melakukan aktraksi tersebut.Selain itu, katanya ada beberapa pantangan yang harus dijauhi oleh sipemain selama beberapa minggu sebelum melakukan pementasan langsung, seperti dilarang minum minuman keras, dilarang berjudi, dilarang mencuri, tidak boleh tidur dengan istri maupun perempuan lain, dan sebagainya.Kalau dilihat dari segi pantangan yang harus dijauh sipemain jauh-jauh hari sebelum pementasan, ternyata Debus mengajarkan kebaikan.
2. Sekilas, Debus Banten Terkesan Berbau Mistis, Ternyata Ritualnya Bernuansa Islami
Karena selalu menampilkan aktraksi-aktraksi yang diluar akal sehat seperti mengiris tangan sendiri dengan senjata tajam tapi tidak mengeluarkan darah setetespun, maka banyak orang awam yang mengira kesenian ini berbau mistis.Padahal, ritual Debus Banten tidak mencerminkan yang berbau mistis atau klenik sama sekali. Biasanya, setiap pementasannya diawali dengan menembangkan lagu-lagu tradisional yang biasa disebut Gembung.Setelah menembangkan lagu-lagu tersebut, kemudian dilanjutkan dengan membaca zikir dan macapat yang isinya berupa puji-pujian kepada ALLAH SWT dan Nabi kebesaran umat Islam yaitu Nabi Muhammad SAW dengan tujuan agar diberikan keselematan selama pementasan berlangsung.
3. Ternyata, Dulu Debus Juga Digunakan Untuk Media Menyebaran Agama Islam di Indonesia
Kalau melihat jauh ke belakang, ternyata sejak jaman dulu, debus sudah sangat identik dengan ajaran agama Islam, khususnya pada jaman penyebaran agama Islam di Nusantara, terutama di pulau Jawa dan sekitarnya.Konon katanya, kesenian Debus ini ada kaitannya dengan tarikat Rifaiah yang dibawa oleh Nurrudin Ar-Raniry pada abad ke 16. Tarikat ini mengutamakan kekhusyukan dalam beribadah dan memfokuskan hanya kepada kehendak ALLAH SWT.Sedangkan di Banten, Debus membantu menyebarkan ajaran agama Islam dengan doa-doanya yang diambil dari ayat suci Al-Qur an sebagai doa untuk kekebalan tubuh.

Posting Komentar

Send Whatsapp Query