Postingan

Debus Yang Terkenal Dengan Kemistisan dan Fakta Uniknya


DEBUS YANG TERKENAL DENGAN KEMISTISAN DAN FAKTA UNIKNYA


Banten yang beribukota di Serang ini letak geografisnya sangat strategis. Dibagian barat, Banten berbatasan dengan Selat Sunda. Dibagian timur berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat. Dibagian Utara berbatasan dengan Laut Jawa. Dan dibagian selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia.

Potensi pariwisata di Banten juga sangat potensial dan menarik banyak wisatawan. Baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Beberapa pariwisata di Banten yang sudah cukup dikenal luas di antaranya:
- Kawasan Ujung Kulon
- Pedalaman Baduy
- Pantai Tanjung Lesung
- Masjid Agung Banten
- Dan masih banyak lagi

Tapi sebelum menjadi provinsi tersendiri, Banten sejak dulu memang sudah dikenal luas. Bahkan Portugis pertama kali mendarat di Indonesia ya di pelabuhan Banten ini. Bahkan Banten dahulu dikenal sebagai kota pelabuhan yang ramai. Kebesaran pelabuhan Banten sejajar dengan Malaka dan Makasar kala itu adalah Maulana Hasanuddin yang mendirikan Kesultanan Banten pada tahun 1957. Dalam masa ini sudah ada kesenian debus di wilayah Banten. Sebuah kesenian yang menampilkan kekebalan para pemainnya terhadap benda-benda tajam. Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa sekitar tahun 1651-1692, debus bahkan dijadikan alat untuk melawan penjajahan Belanda. Kekuatan dan kekebalan yang dimiliki para pemain debus membuat ciut nyali orang-orang Belanda. Hal ini memompa semangat masyarakat Banten dalam mempelajari kesenian debus. Tak heran jika dikemudian hari masyarakat awam menyebut orang Banten itu memiliki ilmu mistis, karena tidak mempan ditusuk senjata tajam.
Padahal debus merupakan kesenian. Pertunjukan seni yang dimainkan oleh sekelompok orang dengan iringan musik tradisional. Jumlah pemain dalam satu kelompok biasanya antara 12-15 orang. Dengan masing-masing pemain memiliki tugas yang berbeda-beda.
1 orang sebagai juru gendang
1 orang lagi sebagai penabuh tembang
2 orang sebagai penabuh dogdog tingtit
1 orang sebagai penabuh kecrek
4 orang sebagai penzikir
5 orang sebagai pemain atraksi
1 orang sebagai sychu

Sebelum bermain para pemain berzikir terlebih dahulu. Mengucapkan puji-pujian terhadap Allah SWT dan Baginda Rasulullah SAW. Setelah itu barulah pertunjukan dimulai dengan atraksi yang ditampilkan satu per satu oleh para pemain debus tersebut. Mulai dari mengupas kelapa dengan gigi, mengiris tangan pakai golok, makan kaca dan beling, berjalan di atas api dan masih banyak lagi.

Debus memang pertunjukan seni yang berbau mistis. Tapi bernuansa islami. Pemain debus sendiri bukan orang sembarangan. Mereka para pemain itu telah melalui dan melakukan banyak hal sebelum menjadi kebal seperti itu. Sebab pertunjukan debus lekat dengan maut. Wajar jika masyarakat umum merasa bergidik dan ngeri melihat pertunjukan debus. 
Dalam acara-acara dan kegiatan resmi di Banten, kesenian debus ini kerap dipertontonkan sebagai acara pembuka. Sehingga debus pun dengan sendirinya sangat dikenal luas sebagai kesenian asal Banten. Bahkan sejak tahun 2014 telah digelar Festival Debus se-Banten yang bertempat di kawasan wisata Banten, seperti pantai Anyer. Tak heran kesenian debus semakin populer di kalangan masyarakat. 

Apalagi kini debus telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia. Maka tugas kita semua menjaga kelestarian kesenian ini. Agar kini, nanti dan selamanya orang akan ingat. Debus, antara seni dan mistis asal Banten.

Dibalik atraksi tersebut tersimpan fakta unik dan menarik yang perlu kamu ketahui :
1.      Tidak Boleh Dimainkan Oleh Sembarang Orang, Pemainnya Harus Mempersiapkan             Banyak Hal Terlebih Dahulu
Seperti yang kita ketahui, Debus Banten ini adalah salah satu kesenian yang memiliki tingkat bahaya yang tinggi, sebab kesenian ini bermain-main dengan maut seperti mengiris bagian badan tertentu dengan senjata tajam sampai menguyah pecahan kaca.
Jika kalian pernah menyaksikan langsung aktraksi Debus ini pasti paham dengan tingkat bahayanya. Makanya siapa saja yang menyaksikannya pasti terpukau dengan aktraksi-aktraksi tersebut.
Karena tingkat bahaya yang tinggi, maka kesenian ini tidak dianjurkan dimainkan oleh orang yang bukan terlatih sebagai pemain kesenian ini. Bahkan para pemain yang sudah terlatih pun harus mempersiap banyak hal sebelum melakukan aktraksi tersebut.
Selain itu, katanya ada beberapa pantangan yang harus dijauhi oleh sipemain selama beberapa minggu sebelum melakukan pementasan langsung, seperti dilarang minum minuman keras, dilarang berjudi, dilarang mencuri, tidak boleh tidur dengan istri maupun perempuan lain, dan sebagainya.
Kalau dilihat dari segi pantangan yang harus dijauh sipemain jauh-jauh hari sebelum pementasan, ternyata Debus mengajarkan kebaikan.
2.      Sekilas, Debus Banten Terkesan Berbau Mistis, Ternyata Ritualnya Bernuansa Islami
Debus selalu menampilkan aktraksi-aktraksi yang diluar akal sehat seperti mengiris tangan sendiri dengan senjata tajam tapi tidak mengeluarkan darah setetespun, sehingga banyak orang awam yang mengira kesenian ini berbau mistis.
Padahal, ritual Debus Banten tidak mencerminkan yang berbau mistis atau klenik sama sekali. Biasanya, setiap pementasannya diawali dengan menembangkan lagu-lagu tradisional yang biasa disebut Gembung.
Setelah menembangkan lagu-lagu tersebut, kemudian dilanjutkan dengan membaca zikir dan macapat yang isinya berupa puji-pujian kepada ALLAH SWT dan Nabi kebesaran umat Islam yaitu Nabi Muhammad SAW dengan tujuan agar diberikan keselematan selama pementasan berlangsung.
3.      Ternyata, Dulu Debus Juga Digunakan Untuk Media Menyebaran Agama Islam di               Indonesia
Jika kita melihat pada sejarah, ternyata sejak jaman dulu, debus sudah sangat identik dengan ajaran agama Islam, khususnya pada jaman penyebaran agama Islam di Nusantara, terutama di pulau Jawa dan sekitarnya.
Konon katanya, kesenian Debus ini ada kaitannya dengan tarikat Rifaiah yang dibawa oleh Nurrudin Ar-Raniry pada abad ke 16. Tarikat ini mengutamakan kekhusyukan dalam beribadah dan memfokuskan hanya kepada kehendak ALLAH SWT.
Sedangkan di Banten, Debus membantu menyebarkan ajaran agama Islam dengan doa-doanya yang diambil dari ayat suci Al-Qur’an sebagai doa untuk kekebalan tubuh.
Dengan berbekal ” La haula walla Quwata ilabillahil ‘aliyyil adhim “ artinya ” tiada daya upaya melainkan karena Allah semata “, para pemain Debus Banten memasrahkan semuanya atas izin ALLAH SWT untuk mendapatkan kekebalan tubuh dari apapun. Dari sinilah banyak ahli Debus semakin kuat imannya dan semakin cinta kepada ALLAH SWT.
4.      Hampir Setiap Acara Apapun di Banten, Debus Jadi Pembukanya
Debus sudah menjadi tidak asing lagi khususnya bagi orang-orang Banten. Setelah melewati waktu yang cukup lama, kini kesenian Debus Banten makin akrab, terutama bagi warga Banten. Bahkan kalau kamu bukan orang Banten yang mendengar kata ” Debus “, pasti langsung ingat Banten.
Sehingga wajar jika kamu bisa menemui pementasan Debus disetiap acara yang diselenggarakan oleh warga Banten. Karena Debus sudah mendarah daging untuk orang Banten dan menjadi ciri khas daerah Banten.


Posting Komentar

Send Whatsapp Query